Getting to know me

My photo
My life is a living testimony of what God can do to a human being.

Friday, 7 May 2010

"How to be happy like you,Kak Ruth?"

"How to be happy like you,Kak Ruth?"

That's exactly what a friend asked me this morning.
Sebutlah namanya Bella. Datang dengan latar belakang anak tunggal, cantik, langsing, kaya raya, sekolah Fashion. Pulang pergi diantar supir dengan piihan mobil Volvo,Lexus,Mercedesz semuanya sedan.  Aktivitas? selain sekolah, ya ke mall. Hangout, nonton, makan,dan makan.
Bersamaan pula dia suka makan, dan kalo makan nggak tanggung maunya yang mahal. Hmm atau mungkin bukannya dia mau yang mahal tapi emang pilihan dia ya nggak nanggung (aduh saya ngomong apa sih)
Umur baru 20 tahun, dan baru punya pacar anak orang kaya juga. Kalau dinilai dari facebook, dan penampilan luar, dan apa yang dikenakan, saya beranggapan bahwa dia bahagia. Ya dalam arti nggak ada hal yang bisa membuat dia susah tidur karena kuatir.
Kemarin malam saya nginap di rumah mewahnya. Saya tau dia senang (ngefans-red) dengan saya, it has always been a pleasure for her if I sleep over at her place, she herself told me bukan keGRan nih :D
We had a girl night fun time, beli martabak Holland dan nonton DVD on the bed using my MacBookPro. The next morning, as I put my make up on she suddenly asked me "Kak Ruth, how to be happy yah? how to be happy like you, you seem very positive and excited about life. I wanna be like you". Saya terperanjat seketika, terperanjat karena saya merasa istimewa dibilang bahagia. Bingung? sama dong, saya juga bingung. Lagi bingung tapi kan saya harus tetap tampak "dewasa" di depan dia dan dia pun menunggu jawaban saya. Spontan saya menjawab "To be happy is to be grateful for life, do everything with your maximal capability and never compares yourself with other people". Begitu jawaban saya dengan senyum sumringah. Dia diam,tertunduk, dan menggigit bibirnya. Karena suasana hening, saya ambil kesempatan itu untuk bicara lebih dalam "Bella, you are young, pretty, rich, having a boyfriend, you can HaveBuyEatGet everything you want.What could be worse/better than that? Hidup memang tidak pernah memuaskan sampai kamu bisa bersyukur atas hal-hal kecil. Barusan kamu bilang mau bahagia seperti aku, nih aku cerita sedikit. April has never been worse than ever. I lost a bestfriend, I barely lost my dream, barely lost a job, barely lost a partner and contract deal, and i just lost a love chance. semuanya dalam 1 waktu,pas lagi PMS pula. Selama seminggu makan cuman sekali, ngga bisa tidur dan badan lesu bawaannya. What choice do I have? I've gotten to the point where my mouth was sealed and I freezed since I had no idea what to do. Dan semalaman kita ketawa-ketawa seperti nggak ada apa-apa. Bukannya aku pura-pura nggak ada apa-apa tapi aku harus tempatin diri, nggak mungkin aku jalan kemana-mana bawa "tong sampah" dan lemparin sampah nya ke semua orang yang aku temui.Bau dong.. Bella, semua orang punya masalah. Nah pintar-pintar kita deh membuat masalah itu membuat kita jadi orang tolol nggak berdaya,atau bikin jadi semakin bijaksana dan kuat. Mau bawa-bawa sampah bau terus atau bikin sampah itu jadi bahan daur ulang trus kita jual dan menghasilkan uang"

Begitu penjelasan saya, dan Bella mendadak sumringah. Dia mengakui bahwa memang nggak ada hal yang salah dengan hidupnya, dia hanya bosan. (Cuman bosan kok bisa bikin stress?!?!)

Sepanjang hari saya kepikiran. Bukan kepikiran Bella, tapi kepikiran diri sendiri. Saya pikir saya adalah solusi buat Bella dari Tuhan, tapi ternyata Bella lah yang jadi solusi saya. Hikmat dan wejangan yang saya bagikan ke Bella itu sebenarnya lebih tepat buat saya sendiri. Saya harus belajar bersyukur lebih lagi. Bersyukur bukan ketika akhir bulan gajian bisa belanja, pesta meriah dengan teman, gaji double. Tapi bersyukur di "tempat sampah", dalam badai, dan kamar gelap gulita.
Ketika kita bersyukur, hati kita lebih damai. Ketika kita damai, kita bisa memiliki iman, nah iman  itulah yang membawa kita kepada mukjizat dan penyelesaian masalah-masalah dalam hidup ini. Damai di hati itu yang menjadi tiang kekuatan untuk percaya bahwa mukjizat itu nyata.

Sisi lainnya, saya senang ketika orang lain melihat saya seorang yang bahagia dan positive. Itu kebahagiaan buat saya, bahwa senyum dan keramahan saya membawa kebahagiaan buat orang lain.
Point saya adalah, banyak-banyaklah beryukur sama Tuhan. Di luar sana banyak yang lebih bokek, sakit-sakitan, nggak dicintai, nggak dipeduli'in, lebih kelaparan daripada kita. Juga, tetaplah berbuat baik kapanpun, dimanapun dengan siapapun, kadang kita tidak sadar jalan hidup kita "ditonton" banyak orang. Nah yang jadi permasalahannya film hidup kita mengsinspirasi orang lain atau mengiritasi mereka. Sekali lagi, hidup adalah pilihan.

Have a good day, people! Stay positive! Mourning may endures for a night, but Joyeth comes in the morning

1 comment:

  1. suka banget ama tulisanmu yang ini..bersyukur memang indah banget

    kenal amelia virginia juga ya? salam ya buat dia

    ReplyDelete