Getting to know me

My photo
My life is a living testimony of what God can do to a human being.

Wednesday, 1 December 2010

menetralisir kemuakan

saya muak. yes. saya muak dan eneg dengan dunia mewah yang berkilau, gaya tetapi palsu.

1. Muak dengan kecantikan. (Baca: Make-uP)
Saya sampai pada titik muak lihat make-up tebal.
Bulu mata palsu, smokey eyes make-up, black eyeshadow, 360' black eyeliner, shading here and there, white eye liner on the corner of the eye, rambut di-cat, rambut dikiwil-kiwil (curled up), rambut dilurusin.
Can't just people be grateful of who they are and what they have given. What is so bad about slanted eyes,  chubby face, big ass, curly hair, straight hair, and all that? Tell me about it! what is so bad about that?!?!?
Make-up is created to freshen up your face so you won't look dull, excentuate your strength so you would feel good about yourself. Not to make you look the same with everybody else and create who you are not supposed to be.

2. Muak dengan thunder heals, printed fabrics, layers, bling-bling, stylish fashion clothes.
Yeah. Muak juga dengan baju yang mewah, potongan berkelok-kelok, thunder heals, stilleto yang super tinggi itu, baju penuh dengan layers, pemakaian aksesoris yang serasi dari kalung-anting-gelang-cincin. Muaknya melihat aksesoris bling-bling kling-kling cling-cling.

3. Lalu saya muak dengan tekhnologi.
Adanya Blackberry, Blackberry messenger, Yahoo messenger, e-mail, iPad, komputer, membuat esensi original dari suatu komunikasi berkurang. Tidak ada yang lebih baik dari kontak mata, sentuhan, hangatan pelukan, komunikasi 2 arah.
Saya menghargai notes dan tulisan tangan saya sendiri. Saya menumpahkan isi hati dan perasaan saya dengan tangan saya dan terkadang dengan kertas sedikit berkerut dikarenakan tetesan air mata yang tertumpah. Saya tidak punya kekasih hati, tapi suatu hari, saya mau menuliskan surat cinta dengan tangan saya sendiri. Saya lebih senang menelfon, mendengar suara teman-teman dan keluarga yang saya kasihi di saat rindu sungguh sangat menyejukkan hati :)

4. Muak dengan tekanan lingkungan dengan status lajang saya.
P.L.E.A.S.E Tolong jangan hakimi saya karena saya pemilih. Jangan paksa saya untuk mencintai orang yang tidak saya cintai. Jangan paksa saya untuk berhenti menunggu pria yang saya kagumi.

5. Muak dengan tas (Louis Vuitton) palsu.
Sebenarnya tas Louis Vuitton itu tidak cantik loh. Kuno malah tampilannya, tapi kualitas sih angkat empat jempol. Kokoh dan awet. Untuk memilikinya, ya harus keluar kocek minimal Rp 20juta.
Kalau ngerti, sebenarnya orang2 kaya itu mencari kualitas itunya. Saya bingung kenapa orang berbondong-bondong membeli tas LV palsu. Model nggak bagus2 amat, kualitas bobrok. Eneg neg neg neg melihat tas branded palsu dimana-mana. Begitu juga dengan Hermes. Perlu ya demi harga diri belanja tas yang "mencoba mirip" supaya harga diri naik sedikit. Ugh.

Saya nyaman dengan diri saya sendiri.
Saya ingin berpakaian ringan setiap hari. Cantik dengan one piece warna netral, mengenakan flats atau sandal, make-up nude look, rambut sehat digerai, anting pearl diameter 0.5 cm. Makan seadanya yang penting sehat dan kenyang. Tidak masalah naik ojeg atau bus yang penting saya tepat waktu dan tidak kehujanan.
Tidak iri dengan kecantikan wanita2 Jakarta, tidak meng-edit wajah di photoshop demi foto Facebook bagus, tidak perlu wajah miring ke kiri dan ke kanan demi menutupi pipi tembem saya.
Tidak masalah bila pria-pria yang jatuh cinta sama saya meninggalkan saya karena saya rakus, mengetahui bahwa saya tidak secantik bila di-make-up, tidak secantik di foto2 facebook/bbm prof pic, tidak sebaik-selembut yang mereka perkirakan.
Cinta kasih dan penerimaan dari keluarga dan sahabat2 terdekat jauh lebih dari cukup. Saya tidak perlu mencari perhatian di luar.
Saya mengutamakan attitude saya, keluasan wawasan saya, hubungan pribadi dengan Tuhan, dan kontribusi saya dengan dunia. Saya ingin menjadi solusi, penyemangat, penggembira untuk lingkungan saya. Untuk itu saya belajar keras, membaca buku, banyak berhemat, membuang sampah pada tempatnya, menghemat listrik, berusaha jujur, tepat waktu, banyak tertawa, segera mengampuni, dan berusaha apa adanya, se-a.p.a-a.d.a.n.y.a.

I'm not weird. I'm limited edition

4 comments:

  1. GOOD JOB on writing this, Ruthie ! <3 <3 <3

    ReplyDelete
  2. Thank you Tess..
    Heart talking session :)

    ReplyDelete
  3. Wow Inspiring :) salam kenal mba :)

    ReplyDelete
  4. Hi Diana, thank you for leaving a comment :)
    Salam kenal juga
    Cheers :)

    ReplyDelete